Akuntansi Manajemen

EVALUASI PENGENDALIAN PERUSAHAAN

BERDASARKAN BIAYA STANDAR

 

Disusun Untuk Melengkapi Tugas Akuntansi Manajemen

Diampu oleh Dr. Suyatmini, SE. M. Si

DISUSUN OLEH:

Hangga Sylvia Haris

A 210 100 087

PENDIDIKAN EKONOMI-AKUNTANSI

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

2013

  1. A. Judul

“EVALUASI PENGENDALIAN PERUSAHAAN BERDASARKAN BIAYA STANDAR”

 Latar Belakang Masalah

Suatu perusahaan dapat dengan mudah mengalami kerugian pada masa – masa sekarang, hal ini sering kali di pengaruhi oleh faktor yang sama yaitu penetapan biaya yang kurang baik. Jadi perusahaan harus benar-benar memahami benar tentang pengambilan keputusan mengenai jumlah biaya yang harus dikeluarkan agar memperoleh keuntungan. Kurangnya perhatian terhadap pengendalian biaya dapat mempengaruhi dan dapat juga menimbulkan sejumlah masalah potensial. Sebagian besar masalah mengenai biaya yang di hadapi perusahaan pada masa – masa sekarang ini adalah penggunaan biaya standar pada situasi yang tidak tepat.

Biaya standar adalah harga yang harus dikeluarkan untuk setiap unit input. Perusahaan jika tidak bisa menetapkan biaya standar dengan baik dapat menyebabkan kerugian pada perusahaan tersebut. Dalam menetapkan biaya standar memerlukan keahlian gabungan dari seluruh orang yang memiliki tanggung jawab atas harga input dan penggunaannya yang efektif. Di perusahaan manufactur, tanggung jawab ini melibatkan akuntan, manajer pembelian, teknis, supervisor produksi, manajer lini, dan pekerja bagian produksi. Catatan masa lalu atas harga pembelian dan penggunaan input dapat berguna untuk menetapkan standar. Tetapi, standar harus dirancang untuk mendorong operasi di masa depan yang efisien, bukan merupakan pengulangan atas pekerjaan di masa lalu yang tidak efisien.

Berdasarkan pengamatan diatas, maka perusahaan harus benar-benar memperhatikan pengambilan keputusan dalam pengendalian biaya standar. Oleh karena itu penulis tertarik untuk mengambil topik dengan judul “EVALUASI PENGENDALIAN PERUSAHAAN BERDASARKAN BIAYA STANDAR”

 Permasalahan

Penggunaan biaya standar dapat menimbulkan sejumlah masalah, salah satunya adalah dapat menimbulkan kerugian bagi perusahaan jika kurang diperhatikan dalam pengendalian biayanya. Oleh karena itu bagaimana seorang manajer perusahaan berusaha dalam mengevaluasi pengendalian perusahaan berdasarkan biaya standar.

Tujuan/ Manfaat

Tujuan ataupun manfaat yang hendak dicapai dari makalah ini adalah untuk mengetahui bagaimana suatu perusahaan menentukan biaya standar agar tidak minimbulkan kerugian bagi perusahaan, dan bagaimana perusahaan menyelesaikan permasalahan yang timbul dalam penggunaan biaya standar.

 

 

 

 

 

 

 

 

II.  Kajian Pustaka

Pengertian Biaya Standar

Biaya standar merupakan biaya yang ditentukan dimuka untuk mengukur satu – satuan produk berdasarkan pengalaman masa lalu yang nantinya  akan dibandingkan dengan biaya yang sesungguhnya yang terjadi di perusahaan. (Mulyadi, 2009 ; 387)

Manfaat  biaya standar

Sistem biaya standar membantu perencanaan dan pengendalian operasi serta memberikan wawasan mengenai dampak – dampak yang mungkin dari keputusan atas biaya dan laba. Biaya standar digunakan untuk :

  1. Menetapkan anggaran
  2. Mengendalikan biaya dengan cara memotivasi karyawan dan mengukur efisiensi operasi
  3. Menyederhanakan prosedur perhitungan biaya dan  mempercepat laporan biaya
  4. Membebankan biaya ke persediaan bahan baku, barang dalam proses dan barang jadi
  5. Menetapkan tawaran kontrak dan harga jual.

Kelemahan biaya standar

Seingkali standar cenderung untuk menjadi kaku atau tidak fleksibel, meskipun dalam jangka waktu pendek. Keadaan produksi selalu mengalami perubahan, sedangkan perbaikan standar jarang sekali dilakukan. Perubahan standar menimbulkan masalah persediaan. Jika standar sering diperbaiki, hal ini menyebabkan kurang efektifnya standar tersebut sebagai alat pengukur pelaksana. Tetapi jika tidak diadakan perbaikan standar, padahal telah terjadi perubahan yang berarti dalam produksi, maka akan terjadi pengukuran pelaksanaan yang tidak tepat dan tidak realistis.

Keuntungan Biaya Standar

Sistem biaya standar memiliki beberapa keuntungan sebagai berikut:

  1. Seperti telah dijelaskan sebelumnya, penggunaan biaya standar adalah elemen kunci dalam pendekatan manajemen dengan pengecualian. Sejauh biaya tersebut tetap ada dalam standar, manajer dapat memusatkan perhatian dalam hal lain. Ketika biaya secara signifikan keluar dari standar, maka manajer diperingatkan bahwa mungkin ada masalah yang memerlukan perhatian. Pendekatan ini membantu manajer memusatkan perhatian pada hal – hal yang penting.
  2. Sejauh standar tersebut dipandang wajar oleh karyawan, maka standar tersebut dapat meningkatkan nilai ekonomi dan efisiensi. Selain itu, standar merupakan tolok ukur  yang dapat digunakan oleh individu untuk mengukur kinerja.
  3. Biaya standar dapat menyederhanakan pembukuan. Selain pencatatan biaya actual untuk tiap – tiap pekerjaan, biaya standar untuk bahan baku langsung, tenaga kerja langsung, dan biaya overhead dapat dibebankan ke tiap – tiap  pekerjaan.
  4. Biaya standar secara alamiah sesuai untuk penerapan system terintegrasi “akuntansi pertanggung jawaban.” Standar tersebut menetapkan berapa biaya yang seharusnya, siapa yang bertanggung jawab, dan apakah biaya actual terkendali.

 

  1. Manfaat System Biaya Standar dalam Pengendalian Biaya

System biaya standar dirancang untuk mengendalikan biaya. Biaya standar merupakan alat yang penting didalam menilai pelaksanaan kebijakan yang telah ditetapkan sebelumnya. Jika biaya standar ditentukan dengan realistis, hal ini akan merangsang pelaksana dalam melaksanakan pekerjaannya dengan efektif, karena pelaksana telah mengetahui bagaimana pekerjaan seharusnya dilaksanakan, dan pada tingkat biaya yang seharusnya untuk melaksanakan kegiatan tertentu sehingga memungkinkan manajemen melaksanakan pengelolaan mereka dengan “prinsip kelainan”. Dengan memusatkan perhatian mereka terhadap keadaan – keadaan yang menyimpan dari keadaan yang seharusnya, manajemen dilengkapi dengan alat yang efektif untuk mengendalikan kegiatan perusahaan. (Mulyadi, 2009;388)

 

 

 

III.  Hasil / Solusi dan Pembahasan

Ada berbagai macam masalah yang dapat ditimbulkan pada suatu perusahaan yang disebabkan karena kurang perhatiannya atau kurangnya kepekaan terhadap pengendalian biaya standar. Di bawah ini ada beberapa potensi permasalah dalam penggunaan biaya standar:

  1. Laporan varians biaya standar biasanya disiapkan bulanan dan sering kali diterbitka  beberapa hari atau minggu setelah akhir bulan. Konsekuensinya, informasi dalam laporan tersebut sudah terlambat bahkan hamper tidak berguna. Laporan yang tepat waktu, teratur, dan secara keseluruhan benar adalah lebih baik dibandingkan laporan yang tidak teratur, sangat tepat, tetapi sudah kadaluwarsa pada saat dilaporkan. Beberapa perusahaan saat ini melaporkan varians dan data operasi utama secara harian atau bahkan lebih sering.
  2. Memenuhi standar saja mungkin tidak cukup, perbaikan berkelanjutan mungkin diperlukan agar tetap bertahan dalam lingkungan persaingan. Oleh karena itu, beberapa perusahaan memfokuskan pada tren varians biaya standar  untuk mencapai perbaikan berkelanjutan daripada hanya sekedar memenuhi standar. Di perusahaan lainnya, standar diganti dengan perputaran biaya actual rata – rata, yang diharapkan turun, ataupun dengan target biaya yang sangat menantang.
  3. Terlalu banyaknya penekanan pada upaya untuk memenuhi standar akan menutupi tujuan lain yang juga penting, seperti mempertahankan dan meningkatkan kualitas, ketepatan waktu pengiriman, dan kepuasan pelanggan. Kecenderrungan ini dapat dikurangi dengan menggunakan ukuran kinerja tambahan yang berfokus pada tujuan lain – lain tersebut.
  4. Standar kuantitas tenaga kerja dan varians efisiensi mempunyai dua asumsi penting. Pertama, diasumsikan bahwa proses produksi di pacu oleh pekerja, jika pekerja bekerja lebih cepat, produksi akan meningkat. Namun output di beberapa negara tidak lagi ditentukan oleh kecepatan mesin bekerja. Kedua, perhitungan mengasumsikan bahwa tenaga kerja adalah biaya variable. Namun, tenaga kerja langsung bisa jadi bersifat tetap. Jika tenaga kerja sifatnya tetap, penekanan yang tidak semestinya terhadap varians efisiensi tenaga kerja akan menimbulkan tekanan untuk memproduksi persediaan secaa berlebih.

VI.  Kesimpulan

Dari penelitian diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa manajer harus berhati – hati dalam menerapkan sistem biaya standar. Sangatlah penting bagi manajer untuk fokus pada hal – hal positif daripada hanya memfokuskan diri pada hal yang negative, dan lebih waspada terhadap kemungkinan konsekuensi yang tidak diharapkan. Karena jika terdapat kesalahan mengenai biaya standar dapat menimbulkan kurangnya kestabilan dalam perusahaan.

 

 

 

 

 

 

 

V. Penutup

Berdasarkan hasil penelitian, pembahasan dan kesimpulan yang telah diambil, dapat diberikan beberapa saran sebagai berikut:

  1. Perusahaan diharapkan akan lebih memperhatikan benar tentang biaya standar
  2. Kehati – hatian sangat di butuhkan pada saat menentukan keputusan mengenai biaya standar.
  3. Laporan varians biaya standar diharapkan dilaporkan setian beberapa hari atau mingguan karena laporan yang baik adalah laporan yang tepat waktu, teratur, dan keseluruannya benar.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

Garrison, Noreen, Brewer. 2007. Managerial Accounting. Jakarta: Salemba   Empat.

Lely Yunita Sari. 14 April 2012. Diambil pada tanggal 31 desember 2012. dari http:// geogle/pengertian biaya dan biaya standar.webarchivexml.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s