Sistem Akuntansi

Nama         : Hangga Sylvia Haris

Nim   : A. 210 100 087

 

Sistem Akuntansi

Sistem Pengendalian Intern

Pengendalian intern didefinisikan oleh AICPA sebagai pengendalian intern yang meliputi struktur organisasi dan smua cara-cara serta alat-alat yang dikoordinasikan yang digunakan di dalam perusahaan dengan tujuan untuk menjaga keamanan harta milik perusahaan, memeriksa ketelitian dan kebenaran data akuntansi, memajukan efisiensi di dalam usaha, dan membantu mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen yang telah ditetapkan lebih dahulu.

Definisi di atas menunjukkan bahwa suatu sistem pengendalian intern yang baik itu akan berguna untuk:

  1. Menjaga keamanan harta milik suatu organisasi
  2. Memeriksa ketelitian dan kebenaran data akuntansi
  3. Memajukan efisiensi dalam operasi
  4. Membantu menjaga agar tidak ada yang menyimpang dari kebijakan manajemen yang telah ditetapkan lebih dahulu.

Definisi di atas di rinci oleh AICPA dalam statement on auditing standards nomor 1.

 

Pengendalian Akuntansi

Terdiri dari struktur organisasi dan prosedur-prosedur serta catatan-catatan yang berkaitan dengan pengamanan aktiva dan dapat dipercayanya catatan financial, dan konsekuensinya, organisasi, prosedur, dan catatan-catatan itu disusun untuk memberikan jaminan yang cukup dalam arti:

–          Transaksi –transaksi dilaksanakan sesuai dengan pengesahan (otorisasi) manajemen yang umum maupun yang khusus.

–          Transaksi-transaksi  di catat untuk (1) memungkinkan penyusunan laporan keuangan yang sesuai dengan prinsip akuntansi yang umunya diterima atau kriteria-kriteria lain yang perlu untuk laporan-laporan tersebut dan (2) menunjukkan pertanggung jawaban atas aktiva

–          Access (penggunaan) aktiva hanya diperbolehkan bila sesuai dengan otorisasi manajemen

–          Tanggung jawab atas aktiva (menurut catatan) dibandingkan dengan aktiva yang ada setiap waktu tertentu dan diambil tindakan yang perlu bila ada perbedaan-perbedaan

Pengendalian Administrasi

Meliputi struktur organisasi dan prosedur-prosedur  serta catatan-catatan yang  berkaitan dengan proses  pengambilan keputusan yang berhubungan dengan pengesahan (otoritas) transaksi-transaksi oleh manajemen, otorisasi tersebut merupakan fungsi manajemen yang secara langsung berhubungan dengan tanggung jawab untuk mencapai tujuan-tujuan perusahaan (organisasi) dan merupakan titik awal untuk menyusun pengawasan akuntansi atas transaksi-transaksi.

Pengendalian akuntansi (accounting control) berfungsi untuk menjaga keamanan harta milik perusahaan. Pengendalian ini disebut Preventif Control, yaitu pengendalian yang bertujuan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Pengendalian administrative (administrative control) berfungsi untuk mendorong efisiensi, yaitu dengan mendorong dipatuhinya keputusan-keputusan manajemen. Pengendalian ini disebut juga Feedback Control.

 

Sistem Akuntansi

Suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, mengklasifikasikan, mengolah, menganalisis dan mengkomunikasikan informasi financial dan pengambilan keputusan yang relevan bagi pihak luar perusahaan dan piihak ekstern.

Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain:

–          Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi

–          Memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.

–          Melakukan kontrol secara tepat terhadap asset organisasi

Subsistem SIA memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi non keuangan yang secara langsung mempengaruhi pemrosesan transaksi keuangan.

 

Hubungan dari Strategi Pengendalian Intern, Pengendalian Akuntansi, Pengendalian Administrasi dan Sistem Akuntansi

Semakin tinggi suatu pohon, akan semakin kencang angin yang bertiup, potensi untuk tumbang, roboh, ataupun patah akan semakin besar pula. Demikianlah juga halnya dengan dunia usaha, semakin besar suatu badan usaha ataupun entitas maka potensi gangguan yang merongrong perusahaan akan semakin besar. Oleh sebab itu, untuk memperkecil potensi kerugian akibat gangguan tersebut diperlukan system pengendalian intern yang baik, semakin besar suatu entitas maka pengendalian intern harus lebih efektif dan efisien.

Pengendalian akuntansi terdiri dari struktur organisasi dan metode-metode atau prosedur yang berhubungan langsung dengan pengamanan aktiva dan ketelitian pencatatan  transaksi keuangan. Pengendalian akuntansi biasanya mencakup otorisasi, dengan melakukan pemisahan fungsi dalam organisasi secara tegas, atau fungsi pelaksana operasional, penyimpanan, dan penyelenggara catatan. Jadi, tidak akan ditemui seorang pelaksana yang melakukan kegiatan dari awal sampai akhir transaksi tertentu.

Pengendalian administrasi berkaitan dengan efisiensi operasi dan kepatuhan pada kebijakan manajemen dan biasanya tidak secara langsung berhubungan dengan pencatatan financial. Jadi system akuntansi merupakan bagian dari system pengendalian intern, terutama perannya dalam pengendalian akuntansi. Oleh karena itu, system akuntansi yang disusun harus menyerap prinsip-prinsip pengendalian intern.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s