Pertemuan Ilmiah

Nama         : Hangga Sylvia Haris

Nim             : A 210 100 087

 

         Jenis-jenis Pertemuan Ilmiah

 

Ada beberapa jenis pertemuan ilmiah, diantaranya seperti:

  1. Ceramah

Ceramah merupakan suatu penyampaian informasi yang dilakukan secara lisan mengenai suatu topik tertentu. Tujuannya untuk memberikan informasi secara teratur/menjelaskan masalah. Ceramah dapat dilaksanakan kapan saja, tidak ada rukun dan syaratnya, tidak ada mimbar tempat khusus pada pelaksanaannya, waktu tidak dibatasi dan siapapun boleh berdakwah, dapat dilakukan dengan cara kreatif dan inovatif.

Teknik penyelenggaraannya:

a. Pembicara dapat bersifat tunggal, berkompeten dalam topik yang telah ditentukan

b. Waktu penyampaian ceramah antara 30 hingga 60 menit;

c.Kegiatan ini dapat dilanjutkan dengan tanya jawab dari hadirin.

 2. Diskusi Panel

Diskusi panel merupakan forum pertukaran pikiran yang dilakukan oleh sekelompok orang dihadapan sekelompok hadirin mengenai suatu masalah tertentu yang telah dipersiapkannya. Bisa juga diartikan sebagai salah satu bentuk diskusi yang dilakukan oleh panelis yang membahas suatu masalah yang menjadi perhatian umum dan dilaksanakan secara umum, disiarkan melalui media masa, seperti televisi atau radio. Dalam diskusi panel, penonton diberi kesempatan untuk bertanya atau memberikan pendapat.

Panel mungkin sangat terstruktur atau mungkin saja sangat tidak formal. Suatu panel yang berstruktur mungkin membatasi panjang dan keleluasaan dalam menuturkan kata-kata (sampai pendapat), panel yang tidak formal mungkin menekankan interaksi spontan yang bebas, para peneliti diharapkan terlebih dahulu memberikan pidato tanpa text dan memiliki pengetahuan/ keahlian sebagai dasar komentar mereka. Keanggotaan panel biasanya terdiri atas para ahli, orang-orang awam yang tertarik atau gabungan keduanya, tergantung pada topik yang dibahas. Satu kriteria penting diskusi panel yang baik adalah adanya interaksi antar para peserta diskusi panel.

Kelebihan dari diskusi panel

  • Memberikan kesempatan kepada pendengar untuk mengikuti berbagai pandangan sekaligus.
  • Biasanya dalam diskusi panel timbul pro dan kontra pandangan, semakin sengit pro dan kontra, maka diskusi akan semakin menarik untuk diikuti.
  • Dalam diskusi panel, kelompok yang melakukan diskusi akan berhati-hati dalam mengajukan pandangan atau mengemukakan pendapat, karena menyadari akan dapat langsung digugat atau dibantah.
  • Peserta yang mempunyai pengetahuan dan kemampuan yang lebih dalam hal yang didiskusikan dapat menyampaikan pandangan.

Kekurangan dari diskusi panel

  • Diskusi panel menjadi tidak menarik apabila semua peserta waswas untuk menyampaikan pandangan secara terus terang dan semua peserta merasa sungkan untuk berbeda pandangan.
  • Suasana dalam diskusi panel akan menjadi pincang atau tidak seimbang apabila ada peserta yang jauh lebih tangkas dalam menyampaikan daripada yang lainnya.
  • Ada kalanya moderator terpaksa harus berusaha membuat kesimpulannya sendiri dan menyampaikannya dalam diskusi itu.
  • Harus memilih moderator yang berani dan mampu turun tangan untuk menyelamatkan diskusi agar jangan sampai pincang atau berat sebelah.
  • Ada kemungkinan terjadinya “pencemaran nama baik” dalam diskusi panel.

Tata cara pelaksanaan diskusi panel :

  • Langkah Persiapan
    Hal-hal yang harus diperhatikan dalam langkah persiapan adalah :
    1.    Merumuskan tujuan
    2.    Menetapkan topik masalah
    3.    Menyusun laporan diskusi panel
    4.    Mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan

teknis pelaksanaan diskusi,

  • Pelaksanaan Diskusi
    Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan diskusi adalah:
    1.    Memeriksa segala persiapan
    2.    Memberikan pengarahan sebelum dilaksanakan diskusi
    3.    Melaksanakan diskusi sesuai dengan aturan
    4.    Mengajukan pertanyaan dalam diskusi
    5.    Menyampaikan gagasan dalam diskusi
    6.    Mengemukakan gagasan secara jelas dan mudah diikuti
    7.    Memberikan kritikan dan dukungan dalam diskusi
    8.    Memberikan kesempatan yang sama kepada setiap peserta diskusi untuk mengeluarkan gagasan dan ide-idenya.
  • Menutup Diskusi
    1. )   Membuat pokok pembahasan sebagai kesimpulan
    2. )   Menilai jalannya diskusi dengan meminta pendapat dari seluruh peserta.

 3. Seminar

Seminar merupakan suatu pembahasan masalah secara ilmiah, walaupun topik yang dibahas adalah masalah sehari-hari. Dalam membahas masalah, tujuannya adalah mencari suatu pemecahan, oleh karena itu suatu seminar selalu diakhiri dengan kesimpulan atau keputusan-keputusan yang merupakan hasil pendapat bersama, yang kadang-kadang diikuti dengan resolusi atau rekomendasi.

Pembahasan dalam seminar berpangkal pada makalah atau kertas kerja yang telah disusun sebelumnya oleh beberapa orang pembicara sesuai dengan pokok-pokok bahasan yang diminta oleh sesuatu panitia penyelenggara. Pokok-pokok bahasan yang diminta oleh suatu penitia penyelenggara. Pokok bahasan yang telah ditentukan, akan dibahas secara teoritis dan dibagi menjadi beberapa subpokok bahasan bila masalahnya sangat luas.

Pembahasan dalam seminar memakan waktu yang lebih lama karena sifatnya yang ilmiah. Apabila para pembicara tidak dapat mengendalikan diri biasanya waktu banyak dipergunakan untuk pembahasan yang kurang penting. Oleh karena itu dibutuhkan pimpinan kelompok yang menguasai persoalan sehingga penyimpangan dari pokok persoalan dapat dicegah. Penyimpangan ini dapat diatasi bila setiap kali ketua sidang menyimpulkan hasil pembicaraan sehingga apa yang akan dibicarakan selanjutnya sudah terarah.

 

Kelebihan dan kelemahan dari seminar :

a. Kelebihan :

1. Membangkitkan pemikiran yang logis.

2. Mendorong pada analisa menyeluruh.

3. Prosedurnya dapat diterapkan untuk berbagai jenis problema.

4. Membangkitkan tingkat konsentrasi yang tinggi pada diri peserta.

5. Meningkatkan keterampilan dalam mengenal problema.

 

b. Kelemahan :

1. Membutuhkan banyak waktu.

2. Memerlukan pimpinan yang terampil.

3. Sulit dipakai bila kelompok terlalu besar.

4. Mengharuskan setiap anggota kelornpok untuk mempelajari terlebih dahulu.

5. Mungkin perlu dilanjutkan pada diskusi yang lain.

Teknik penyelenggaraannya:

a. Peserta seminar terdiri dari 5 hingga 30 orang yang mempunyai latar belakang dan pengetahuan yang sama;

b. Lama waktu untuk suatu seminar berkisar 2 jam;

c. Seminar dipimpin oleh pimpinan sidang yang bertugas membuka seminar dan menyampaikan kata pengantar untuk menjelaskan tujuan dan masalah yang akan dibahas dalam seminar ini;

d. Setelah itu peserta yang telah mempersiapkan diri, menyampaikan laporan hasil penelitian atau berbagai aspek dari topik seminar;

e. Selanjutnya kepada peserta lain diberikan kesempatan untuk meenanyakan hal yang kurang jelas, dilanjutkan dengan diskusi untuk mensitesa laporan yang dikemukakan, atau menyampaikan pendapat;

f. Terakhir, pimpinan seminar menyimpulkan hasil seminar dan memperbaiki berbagai kekeliruan yang mungkin terdapat baik dalam laporan maupun diskusi.

4.Simposium

Simposium adalah serangkaian pidato pendek di depan pengunjung dengan seorang pemimpin. Simposium menampilkan beberapa orang pembicara dan mereka mengemukakan aspek-aspek pandangan yang berbeda dan topik yang sama. Dapat juga terjadi, suatu topik persoalan dibagi atas beberapa aspek, kemudian setiap aspek disoroti tersendiri secara khusus, tidak perlu dari berbagai sudut pandangan.

Pembicara dalam simposium terdiri dari pembicara (pembahas utama) dan penyanggah (pemasaran banding), dibawah pimpinan seorang moderator. Pendengar diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan atau pendapat setelah pembahas utama dan penyanggah selesai berbicara. Moderator hanya mengkoordinasikan jalannya pembicaraan dan meneruskan pertanyaan-pertanyaan, sanggahan atau pandangan umum dari peserta. Hasil simposium dapat disebar luaskan, terutama dari pembahas utama dan penyanggah, sedangkan pandangan-pandangan umum yang dianggap perlu saja.

Kelebihan dan Kelemahan :

a. Kelebihan :

1. Dapat dipakai pada kelompok besar maupun kecil.

2. Dapat mengemukakan informnasi banyak dalam waktu singkat.

3. Pergantian pembicara menambah variasi dan sorotan dari berbagai segi akan menjadi sidang lebih menarik.

4. Dapat direncanakan jauh sebelumnya.

b. Kelemahan :

1. Kurang spontanitas dan kneatifitas karena pembahas maupun penyanggah sudah ditentukan.

2. Kurang interaksi kelompok.

3. Menekankan pokok pembicaraan.

4. Agak terasa formal.

5. Kepribadian pembicara dapat menekankan materi.

6. Sulit mengadakan kontnol waktu.

7. Secara umum membatasi pendapat pembicara.

8. Membutuhkan perencanaan sebelumnya dengan hati-hati untuk menjamin jangkauan yang tepat.

9. Cenderung dipakai secara berlebihan.

Teknik penyelenggaraannya:

a. Pembicara berjumlah 2 – 4 orang, masing-masing berbicara dalam jangka waktu 5 hingga 30 menit;

b. Moderator membuat rangkuman tentang hal yang dibicarakan;

c. Kegiatan ini dapat dilanjutkan dengan tanya jawab dari hadirin.

 5. Konferensi

Konferensi adalah suatu bentuk pertemuan yang umumnya dihadiri oleh wakil-wakil cabang suatu organisasi (induk) untuk membicarakan dan menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh organisasi yang bersangkutan.

6.Kongres

Menurut artikata.com, kongres dapat didefinisikan sebagai berikut :

1. Pertemuan besar para wakil organisasi (politik, sosial, profesi) untuk mendiskusikan dan mengambil keputusan mengenai pelbagai masalah; muktamar; rapat besar;

2. Pertemuan wakil-wakil negara untuk membicarakan satu masalah;

3. Politik/ Dewan legislatif yang terdiri atas senat dan dewan perwakilan di Amerika Serikat, yang pada dasarnya bertugas mengawasi dan mencocokkan kegiatan pemerintah.

Jadi jelas, secara umum: Kongres adalah kumpulan orang, terutama untuk tujuan politik.

7.Lokakarya

Lokakarya merupakan pertemuan dari orang yang memiliki minat dan masalah yang sama dengan para ahli untuk memperoleh pengetahuan dan latihan secara langsung. Tujuannya untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan peserta dengan menggunakan berbagai jenis metode pertemuan ilmiah.

Teknik penyelenggaraannya:

a. Peserta lokakarya antara 20 hingga 30 orang atau lebih;

b. Lama lokakarya sangat bervariasi, dapat 1 hari atau lebih;

c. Topik lokakarya lebih ditentukan oleh pesertanya berdasarkan minat dan kebutuhan mereka sendiri, namun dapat pula berdasarkan penugasan dari organisasi;

d. Lokakarya dimulai dengan sidang pleno, pengarahan diberikan dengan teknik ceramah, pemutaran film, demonstrasi dan sebagainya untuk seluruh peserta;

e. Kemudian peserta dipecah menjadi kelompok kecil untuk menjalani latihan praktek. Disamping itu kelompok ini dapat juga menjadi kelompok kerja (work group) yang ditugaskan untuk membuat tugas tertentu seperti membuat program, menyusun rancangan peraturan dan sebagainya;

f. Lokakarya menghasilkan suatu keputusan dan rekomendasi untuk diberikan kepada pemberi tugas.

Kelebihan dan kekurangan lokakarya:

  1. Kelebihan
    1. Memberi kebebasan berargumen kepada peserta lokakarya
    2. Memberi peluang melibatkan banyak peserta
    3. Pemakaian informasi sebanyak mungkin untuk suatu hasil atau perubahan konsep semula sehingga ide seseorang akan diuji dan mendapat tanggapan tentang  ide tersebut dapat digunakan atau tidak.
    4. Kekurangan
      1. Memerlukan tenaga dan biaya yang besar
        1. Persiapan yang relatif lama menimbulkan banyak pro dan kontra sehingga menimbulkan potensi konflik
        2. Rapat

Rapat merupakan alat/media komunikasi kelompok yang bersifat tatap muka dan sangat penting, diselenggarakan oleh banyak organisasi, baik swasta maupun pemerintah untuk mendapatkan mufakat melalui musyawarah untuk pengambilan keputusan. Jadi rapat merupakan bentuk komunikasi yang dihadiri oleh beberapa orang untuk membicarakan dan memecahkan permasalahan tertentu, dimana melalui rapat berbagai permasalahan dapat dipecahkan dan berbagai kebijaksanaan organisasi dapat dirumuskan.

 

Walaupun rapat merupakan aktivitas yang sangat penting, namun sering kita temukan beberapa permasalahan dalam rapat, dimana kita sering mendengar adanya keluhan dari pengawai,”Apa sih, gunanya rapat?”. Artinya adanya keterpaksaan anggota organisasi untuk mengikuti rapat karena rapat dianggap tidak perlu, membuang-buang waktu.

Hal ini terjadi karena pengelolaan rapat yang kurang tepat antara lain:

  1. Para anggota organisasi terlalu sering diminta mengikuti rapat tanpa dipertimbangkan, siapa yang sebenarnya dan seharusnya terlibat dalam rapat.
  2.  Rapat hanya dijadikan alat pembenaran ide atau kehendak pimpinan. 
  3. Hasil rapat tidak pernah ditindak-lanjuti atau hanya berhenti pada tataran ide saja, tanpa pernah diusahakan untuk direalisasikan. 
  4. Kolokium

Kolokium adalah modifikasi dari metode diskusi panel dengan nara sumber atau akhli berdiskusi dengan wakil dari hadirin.

Teknik penyelenggaraannya:

  1. Nara sumber/akhli berjumlah paling sedikit 1 orang;
  2. Wakil dari peserta berjumlah 3 hingga 4 orang yang bertugas mengajukan pertanyaan opini, tanggapan dan melemparkan ”issue” untuk dibahas para akhli;
  3. Moderator bertugas mengarahkan jalannya pertemuan, sedangkan hadirin hanya ikut mendengarkan.

 8. Penataran

Penataran merupakan pertemuan dengan tujuan agar sekumpulan pengetahuan dan atau keterampilan dilimpahkan kepada peserta, atau serangkaian topik yang diajukan untuk dijadikan pertimbangan mereka.

Teknik penyelenggaraannya:

  1. Peserta penataran antara 20 hingga 30 atau bisa lebih;
  2. Lama penataran bervariasi, dapat 1 hari atau lebih;
  3. Penataran direka dan diselenggarakan oleh para profesional khususnya dalam hal memberikan informasi dan keterampilan yang akan diajarkan;
  4. Pengarahan dapat dibagi dalam tiga bagian: sesi pleno, sesi praktek dan diskusi kelompok.
  5. Dalam sesi pleno, bahan yang disampaikan dilakukan melalui ceramah, film dan pameran. Dalam sesi kelompok, diadakan diskusi agar peserta mendapat pengalaman langsung dalam memimpin dan berperan serta dibawah pengawasan pimpinan penataran.

Perbedaan pokok antara penataran dan lokakarya adalah, pada penataran terjadi limpahan vertikal dari penyelenggara kepada peserta, sehingga bertambah pengetahuan/keterampilannya. Sedangkan lokakarya mengundang peserta untuk bekerja dalam kelompok dan menyusun hasil bersama

————————————————–selesai—————————————–

Sumber :

1. wikipedia.co.id

2. artikata.com

3. http://ferdy-pharm.blogspot.com

4. http://atikahusein.blogspot.com/2009/03/teknik-menyelenggarakan-pertemuan.html

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s